Kamis, 24 April 2014

Hilang

Fitria Handayani, 17 April 2014

Hasratku berpaling
Memoriku terlepas
Visiku terhempas

Entah apa yang tengah terjadi pada diri ini
Lamunan itu seketika menghancurkan jiwa yang hampa
Secercak luka terus membayangi kalbu yang sepi

Kau...
Mengapa harus begitu menyakitkan
Meski tak ada sedikitpun benci
Dan hati tetap begitu berat
Tapi mengapa sekali lagi tak sedikitpun benci

Aku terbawa pada jejak itu
Mengapa harus aku yang terbawa?
Hingga derasnya hujan tak dapat hapuskan lara
Hilang
Semuanya tak kunjung hilang
Ataukah aku yang harus menghilangkannya?

Hingga tidak ada lagi
lagi
dan lagi

Senin, 07 April 2014

KOSMETIKAL LAUT (Jurnal Terjemahan)


Dari: Universal Journal Pharmacy
Judul: Marine Cosmeceutical
Oleh: Dhabarde DM, Points VV, Kamble MA, Ingole AR, Sant AP.
(Kamla Nehru College of Pharmcy, Butibori, Nagpur)
 
KOSMETIKAL LAUT
 

     Di terjemahkan oleh: Fitria Handayani (NPM 2013210091, Kelas E)

 

ABSTRAKSI

Nama kosmetikal berasal dari kata kosmetik dan farmasetikal, menunjukan bahwa produk spesifik yang terkandung merupakan suatu komposisi aktif. Kosmetikal itu sendiri merupakan produk kosmetik yang memiliki komposisi biologi aktif yang dimaksudkan untuk keperluan medis dan keuntungan pengobatan. Hal itu diformulasi bukan hanya untuk memperbaiki penampilan kulit tetapi juga untuk mempertinggi efek positif fisiologis pada tingkatan sel. Disebabkan oleh permintaan konsumen, produk kosmetikal menjadi salah satu yang berkembang pesat di industri. Bersamaan dengan itu, maka dibutuhkan penemuan baru mengenai substansi bioaktif yang efisien, aman, dan khasiat yang stabil dari bahan alam untuk pengembangan kosmetikal. Akhirnya, penelitian laut didemonstrasikan sebagai sumber yang kaya akan beragam komposisi struktur biologi aktif yang memiliki potensi kosmetik baik. Hal itu merupakan hasil produktif dari kosmetikal terbarukan. Jumlah komposisi yang terisolasi dari organisme laut menunjukkan beragam kosmetikal aktif seperti efek antioksidan, antiinflamasi, antialergi, antipenuaan, dan antikerutan, menghambat tirosinase dan metalloproteinase, serta menjaga dari sinar ultraviolet. Produk kosmetik ini diformulasi dari air laut dan bahan-bahan yang terdapat di laut, seperti kolagen laut, astaxantin, telur ikan, dan mutiara. Gula peptida laut digunakan sebagai pemutih dalam perawatan kulit. Adas peptida laut telah dikembangkan sebagai komposisi anti-noda. Lavender peptida laut memiliki proteksi aktif, membuat formulasi sempurna untuk anti-aging dan perlindungan dari sinar matahari. Alga laut memiliki kandungan yang sangat penting dalam perkembangan produk kosmetik untuk komposisi yang kaya akan bioaktif, sitosan sebagai aktifitas antioksidan, ikan laut dan karang memiliki kolagen yang meregenerasi dan meremajakan kulit, peptida antimikroba laut aktif. Komposisi kosmetikal berasal dari hasil laut yang memiliki aktifitas dengan keuntungan kesehatan. Hal ini berlangsung dalam jumlah besar pada komponen fitokimia yang dikombinasi secara bersama-sama sehingga terisolasi dari beragam potensi yang dikembangkan untuk mengidentifikasi potensi komposisi fitokimia baru untuk tujuan kosmetikal. Untuk beberapa tahun, komposisi dasar laut telah menjadi hasil yang mengagumkan untuk perusahaan kosmetik.

Kata kunci: Penelitian Laut, Kosmetikal Laut, Alga Laut.

 

PENDAHULUAN

Bumi terdiri lebih dari 70% air, oleh karena itu datang dengan tidak terduga suatu perindustrian yang mencari suatu hasil baru pada komposisinya yaitu dari laut dan beragam hasil laut tawar. Faktanya, lebih mengejutkan lagi yaitu mengetahui bahwa perusahaan-perusaan tidak menemukan lagi jalan untuk menggunakan limpahan tumbuhan laut untuk formulasi kosmetik. Samudera memikul banyak sekali aktifitas biologi untuk planet kita. Samudera merupakan ibu dari kehidupan dan telah dipercayai bahwa banyak sekali bentuk sederhana pada organisasi kehidupan dari “permulaan yang sulit”. Hal itu memiliki sangat banyak ragam dari organisme laut yang dibedakan oleh perbedaan fisiologis dan adaptasinya. Organisme laut membentuk komponen terkemuka pada populasi samudera, yang berkontribusi secara signifikan pada produksi molekul kosmetikal dan farmasetikal dengan senyawa biologikal efisien. Eksplorasi samudera sering kali terbawa pada satu ide baru, teori baru, dan penemuan baru, dan termasuk obat-obatan baru. Dari lanyau hingga karang, penelitiannya adalah mengeksplorasi dalamnya samidera untuk pengobatan baru terhadap terapi kanker, infeksi bakteri, virus, penyakit hati, nyeri, dan elemen lain.

Laut mengandung spesies tumbuhan dan hewan yang tak terhitung jumlahnya. Semua ciptaan ini disediakan suatu lumbung yang sangat banyak pada senyawa-senyawa kimia yang tidak diketahui pada dataran dalam tambahan molekul pada beragam aktifitas biologi aktif seperti anti-bakteri, anti-kanker, anti-inflamasi, anti-oksidatif, dll. Organisasi tersebut juga memproduksi fotoproteksi potensial atau foto-aging­agents­, yang menimbulkan perhatian para peneliti. Berlanjut pada cahaya untuk irradiasi sinar UV (baik UV-A maupun UV-B) yang menyebabkan kanker kulit dan komplikasi foto-aging lain. Kosmetik dan komposisi kuat bahan baru dari tumbuhan pesisir, rumput-rumputan laut, alga dan mineral laut. Alga laut kaya akan vitamin dan mineral yang menjadikannya sumber utama untuk aktifitas anti-aging.

Dua komposisi kosmetik populer, Chorella Vulgaris dan Chorella Pyrenoidosa, yang keduanya merupakan spesies dari alga hijau air tawar. Chorella vulgaris sering muncul dalam produk kecantikan dan Chorella pyrenoidosa sering muncul dalam produk perawatan rambut hari-hari ini. Keduanya diambil sebagai supelmen kesehatan dan makanan karena mkeduanya kaya akan protein, asam amino, vitamin, dan mineral. Ketika mereka dicerna maka akan membantu menyeibangka kesehatan pencernaan dan kesehatan kulit.

Secara tradisional, alga dikenal memiliki kekayaan efektifitas anti­-aging. Alga tidak hanya sangat melimpah, tetapi juga terdiri dari hampir 200 gelombang berbeda. Dan ketika kombinasi sempurna dari ekstrak alga dicampur bersamaan maka hasilnya adalah suatu profil biologikal yang membentuk suatu komposisi yang bekerja sebagai produk anti­-aging.

Dalam persaingan alam masa kini, peneliti berfokus pada generasi baru pada kosmetik berteknologi tinggi yang memanfaatkan sumber komposisi yang berasal dari laut. Alga tidak hanya secara alami diperoleh sebagai komposisi kosmetik yang ditemukan dalam laut. Produk populer lain adalah kolagen laut yang berasal dari substansi yang ditemukan dalam timbangan ikan. Hal itu dikatakan untuk membantu menyediakan kebutuhan kulit yaitu keuntungan anti-aging dan sukses ditemukan dalam jumlah besar di Asia.

Komposisi kosmetik laut paling mungkin untuk menjadi trend di Asia pada beberapa abad lalu, dan kali ini konsumen Asia sadar akan keuntungan alami, menyediakan pasar besar untuk industri dan jenis yang sama. Marinir terpilih-yang didapat secara aktif mulai muncul dalam peluncuran perawatan kulit, termasuk Elemis (Kelompok The Steiner), La Prairie (Beiersdrof), dan Creme da la Mer (Penyeru Estée). Dan dalam sejarahnya, Produk global penjualan terbaik Elemis’ adalah Pro-Kolagen Krem Laut.

·         Merek populer lain menggunakan fenel kaut yang diperkirakan dapat mempertinggi regenerasi kulit dan memperbaiki kerutan kulit yang cenderung akan mempertinggi pigmentasi. Komposisi laut lebih lanjut meliputi ekstrak organik ganggang laut dan garam laut mati, semuanya cocok untuk vegetarian dan para vegan.

·         Karang Karibia telah ditemukan untuk menghasilkan komposisi yang digunakan dalam AZT (zidovudine, Retrovir), yang berguna untuk melawan virus AIDS.

·         Pantai Karibia (suatu koral lunak) memproduksi senyawa pada komposisi yang kaya akan anti-inflamasi, yang juga termasuk krem antikerutan.

·         Organisme tentakel akuatik, disebut juga bryozoan Bugula neritina, yang menghasilkan suatu senyawa yang teruji sebagai obat kanker.

·         Skates (suatu ikan pipih dan runcing seperti layang-layang) telah dijadikan suatu petunjuk yang digunakan untuk terapi kehilangan penglihatan.

·         Koral dan kerang-kerangan digunakan dalam praktek ortopedi dan operasi penanaman kosmetik.

·         Kepting kakikuda umumnya digunakan untuk mengetes kontaminasi bakteri.

·         Mikroalga digunakan sebagai supelmen vitamin dan nutrisi.

Cangkok tulang dari kerangka koral, mengurangi sakit dari bisa siput laut, dan alat  untuk melawan infeksi deari kulit hiu yang semuanya sedang dipejari. Absorpsi mikropori Fungus-UV-B dengan aktifitas fotoproteksi menunjukkan target harian dari spesies fugal, Lichenes askomisetes, Collema cristatum. Komposisi murni dari ini mencegah sumber UV-B yang menginduksi deskontruksi sel dalam buatan dosisjamak dan mencegah secara terpisah formasi suram pirimidin. Ketika diaplikasikan pada permukaan kulit untuk mencegah radiasi, secara sempurna mencegah UV-Binduced erythema.

Walaupun laut memiliki berlimpah kekayaan alami, perusaan perlu mendatangkan komposisi laut dengan pola ramah lingkungan, meyakinkan untuk tidak membuat kerusakan pada kelembutan laut. Berindak tegas terhadap industri yang bernavigasi secara hati-hati dalam pasar produk organik, yang mengingatkan akan hasil yang lebih baik dari pada keuntungan alami, kesehatan hidup, dan praktek ramah lingkungan.

 

KESIMPULAN

Komposisi kosmetikal berasal dari hasil laut yang memiliki aktifitas dengan keuntungan sehat. Hal itu terdiri dalam jumlah besar pada kombinasi komponen fitokimia yang secara bersamaan dapat terisolasi dari berbagai penelitian laut. Hasil akhirnya membuka jalan ke arah pengertian produk alami laut dan potensinya untuk mengembangkan identifikasi baru potensi komponen senyawa fitokimia untuk tujuan kosmetikal. Untuk beberapa tahun, dasar komposisi laut telah menjadi sumber yang tak terduga untuk perusahaan kosmetik

REFERENSI

1.      Agar N, Halliday G, Barnetson R, Ananthaswamy H, Wheeler M, Jones A. The basal layer in human squamous tumors habors more UVA than UVB fingerprint mutations: A role for UVA in human skin carciogenesis. Proc. Natl. Acad. Sci. USA, 2004; 4954-4959.

2.      Ryu B, Qian ZJ, Kim MM. Anti-photoaging activity and inhibition of matrix metallo proteinase (MMP) by marine red alga, Corallina pilulifera methanol extract. Radiat. Phys. Chem. 2009; 78: 98-105.

3.      Ira Bhatnagar, Se-Kwon Kim, Immense Essence of Excellence: Marine Microbial Biactive Compounds, Mar. Drug 2010; 8: 2673-2701.

4.      Rittie L Fisher, GJ. UV-light,-induced signal cascades and skin aging. Ageing Res. 2002; 1: 705-720.

5.      Kehrer JP. Free radicals as mediators of tissue injury and disease. CRC Crit. Rev. Toxicol. 1993; 23: 21-48.

6.      Aruoma Ol. Nutrition and health aspects of free radicals and antioxidant. Food Chem. Toxicol. 1994; 62: 671-683.

7.      Fiers W, Bevaert R, Declercq W, Va denabeele P. More than one way to die: Apoptosis andbecrosis and reactive oxygen damage. Oncogene. Mar. Drugs 2010; 8: 1198.

8.      Record IR, Dreosti IE, Konstantinopoulos M, Buckley RA. The influence of topical and systemic vitamin E on ultraviolet light-induced skin dmage in hairless mice. Nutr. Cancer 1991; 16: 219-226.

9.      Dll.